Senin, 29 September 2008

DEFINISI EMIK DAN ETIK

Antropolog berupaya menggabungkan faktor-faktor kedalam analisis “holistik”, termasuk biologi, ekologi, linguistik, sejarah, dan ideologi. Prespektif antropologi itu komparatif karena disiplin ini mencari informasi dan menguji eksplanasinya dikalangan semua kebudayaan prasejarah, sejarah, dan kontemporer terhadap kebudayaan-kebudayaan tersebut.
Secara sangat sederhana, emik mengacu pada pandangan warga masyarakat yang dikaji, sedangkan etik mengacu pada pandangan si peneliti. Kontruksi emik adalah deskripsi dan analisis yang dilakukan dalam konteks skema dan kategori konseptual yang dianggap bermakna oleh partisipan dalam suatu kejadian atau situasi yang dideskripsikan dan dianalisis. Kontruksi etik adalah deskripsi dan analisis yang dilakukan dalam konteks skema dan kategori konseptual yang dianggap bermakna oleh komunitas penganut ilmiah.
Robert Lawless membahas istilah emik dan etik dalam kerangka model folk dan model analisis. Model folk adalah representasi stereotipikal, normatif, dan tidak kritikal dari realitas yang dimiliki bersama oleh para anggota suatu kebudayaan. Dan model analisis adalah representasi profesional, eksplanatoris, dan komprehensif dari realitas yang diakui oleh komunitas ilmiah.
Emik dan etik tidak ada kaitannya dengan ontologi. Kejadian, situasi, hubungan dan fakta, tidak pernah terkait dengan emik maupun etik. Kejadian-kejadian dan entitas yang termasuk kedalam dunia empiris semata-mata hanya kejadian dan entitas. Suatu deskripsi, analisis, eksplanasi, atau klaim tertentu terhadap pengetahuan adalah emik atau etik haruslah didasarkan semata-mata pada dasar-dasar epistemologi.
Marvin Haris membedakan pernyataan emik dan etik atas dasar epistemologi, yaitu” kerja emik mencapai tingkat tertinggi tatkala mengangkat informan native pada ststus penilai tertiggi bagi kecukupan deskripsi dan analisis pengamat. Pengujian kecukupan dari analisis emik adalah kemampuannya menghasilkan pernyataan-pernyataan yangt daapat diterima native sebagai nyata, bermakna, atau sesuai.... Kerja etik mencapai tingkat tertinggi tatkala mengangkat pengamat kepada status penilai tertinggi dari kategori-kategori dan konsep-konsep yang digunaakan dalam deskripsi dan analisis”(1979:32).
Pembedaan antara data yang diperoleh atas dasar wawancara dan pengamatan saja tidak dengan sendirinya mencukupi untuk membangun status emik atau etik dari deskripsi dan analisis. Melainkan, deskripsi dan analisis tersebut harus diukur dengan menggunakan standar-standar lain yakni penilaian dari native untuk emik dan evaluasi dari antropologi untuk etik.
Deskripsi dan eksplanasi antropologi adalah etik apabila memenuhi hal-hal sebagai berikut :
1. Deskripsi harus bermakna sesuai dengan komunitas luas pengamat ilmiah.
2. Deskripsi harus divalidasi oleh pengamat secara independen
3. Deskripsi harus memenuhi persyaratan berupa aturan-aturan dalam memperoleh pengetahuan dan bukti ilmiah.
4. Deskripsi harus dapat diterapkan secara lintas budaya.
5. Kajian-kajian dalam konteks teori tahap-tahap perkembangan yang mengilustrasikan bahaya yang bakalan menimpa ilmu-ilmu sosial yang gagal membedakan emik dan etik.
Sebagai antropolog, klaim kita untuk mementingkan eksplanasi yang sahih dan dapat dipercaya terletak pada upaya kita untuk membangun pengetahuan etik. Meskipun mungkin bagi kita untuk mendeskripsikan, membahas, dan membandingkan baik ilmiah maupun tak ilmiah, baik dalam konsep emik maupun etik, eksplanasi ilmiah haruslah eksplanasi etik.
Dengan menegakkan pengetahuan etik sebagai ideal, antropolog berpendirian bahwa pengetahuan antropologi itu harus mampu mengoreksi dirinya sendiri. Antropologi adalah pengetahuan obyektif mengenai kondisi manusia dibenarkan oleh upaya-upaya kita yang kumulatif dan berkesinambungan untuk menguji setiap klaim terhadap pengetahuan. Kita menganggap pengetahuan etik secara obyektif sahih, terutama karena kita memandang sebagai pengetahuan tentatif.
Ada dimensi manusia yang tak terhindarkan dalam kajian antropologi, karena antropologi dipraktikkan oleh antropolog, sebagai subbudaya yang memiliki ciri khusus, disiplin antropologi memiliki struktur pengorganisasian dan sistem nilai yang khas. Pengetahuan dan teori antropologi seharusnya tidak dievaluasi terpisah dari konteks itu.

Tidak ada komentar: